yihooo-
Para pakar perancang senjata rudal Russia mengatakan akan merancang rudal antar benua berhulu ledak banyak baru seperti yang di inginkan oleh dephan Russia.
Nama dan tipe rudal memang belum di pastikan namun keputusan pengembangan akan di lakukan paling lambat tahun depan. Setelah pengembangan dan penguji coba rudal ICBM Bulava yang di luncurkan dari kapal selam berakhir mengecewakan.
Menteri pertahanan mengatakan tidak akan menunjuk lagi Moscow Institute of Thermal Technology sebagai pengembang tunggal.
Pihak dephan mensyaratkan rudal antar benua(ICBM) yang berisi 5 sampai 9 metrik ton rudal dengan panjang mencapai 35 meter, mampu membawa hulu ledak berjumlah besar dalam sebuah rudal pengangkut rudal(MIRV).
Walaupun begitu, Russia masih menggunakan rudal antar benua bekas Uni Soviet yakni SS-18 'Satan' dan SS-20 'Saber'. Russia mengharapkan arsenal ini dapat berdinas sampai tahun 2026 sebelum di gantikan dengan yang lebih baik dalam jumlah yang mumpuni.
Sebagai gambaran SS-18 Satan dapat di muatkan 10 hulu ledak mandiri yang dapat di luncurkan ke 10 sasaran terpisah yang memiliki daya jangkau 11,000 km(6,800 mil). Setiap hulu ledaknya diperkirakan membawa muatan peledak antara 550 sampai dengan 750 kiloton.
(foto: Skema tahap peluncuran rudal antar benua Russia, Bulava)
ADV: