Wikileaks - El Baderei Terlalu Lembek
wikileaks, IAEA-
Sebuah lagi bocoran kawat diplomat, Amerika dan Israel mengatakan bahwa salah satu kunci pemimpin oposisi Mesir, El Baderei bermain terlalu lembek dengan 'Iran' serta merupakan bagian dari pertimbulan masalah di timur tengah beberapa minggu belakangan.
Sebuah pertemuan antara pejabat dari intel pertahanan Israel dengan diplomat AS pada bulan Oktober 2007 di sebutkan El Baderei menilai dirinya sendiri sebagai 'pencinta damai' dan orang-orang yang berada di sekitarnya, 'enggan berkonfrontasi dengannya'.
Dalam kabel tersebut di sebutkan, 'Dia bisa di samakan dengan Dalai Lama. Para pejabat militer Israel dapat membantu menjelaskan bahwa Dia(El Baderei) dapat mempermalukan IAEA(Badan Atom Dunia) dan dapat menghancurkan reputasi penggantinya dalam jangka waktu panjang.'
Lalu pada bulan Januari 2009, Amerika mengungkapkan keprihatinannya akan tuan El Baderei yang mengatakan bahwa tanpa persetujuan politik yang lebih luas lagi, IAEA tidak dapat memeriksa lebih jauh fasilitas ataupun kemampuan nuklir Iran dan Suriah (ada kemungkinan AS melihat bahwa El Baderei mencoba 'membeli' waktu dan juga membuat organisasi ini tampak lemah).
Amerika tampak kurang terkesan akan pemikiran dan pendapat tuan Baderei setelahnya. Amerika melihat diplomasinya terancam memaksa-nya untuk meyakinkan anggota lain bahwa diplomasinya tepat sehingga Baderei harus melakukan hal tersebut dengan segera dan juga mempertahankan kredibilitas organisasi ini ke depan.
Namun, Amerika tetap melihat ElBaderei sebagai bagian dari masalah daripada solusi jika dia terus menerus menyuarakan ketidaksediaannya dalam menekan timur tengah dan masalah bahan bakar(nuklir).
Dan selama jangka waktu tersebut, El Baderei mendorong terus kekhawatirannya atas Iran yang berkilah menggunakan pengembangan energi nuklir untuk kebetuhan pembangkit listrik di jadikan alasan untuk tujuan yang lebih jauh berbeda. Karena hal inilah Baderei menerima nobel perdamaian pada tahun 2005.
El Baderei turut serta pada saat aksi protes Mesir selama 18 hari sebagai pemimpin kunci oposisi dalam menumbangkan rezim mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak.
Wikileaks: Reformasi di Tolak oleh Militer Mesir
Muhammed Hussein Tantawi Soliman sebagai panglima sekaligus dewan tertinggi militer Mesir menentang reformasi politik karena akan mengurangi pengendalian pusat. Tantawi sendiri juga menentang reformasi ekonomi karena khawatir akan 'bentrokan' sosial di kemudian hari.
Karena bocoran kabel ini, sikap Tantawi setelah reformasi demokrasi mulai di pertanyakan. Harian Telegraph, Inggris mempublikasikan lebih dari 100 dokumen yang di kirim oleh kedubes AS di Kairo ke Washington tertanggal bulan Maret 2008. Dalam salah satu bait dokumen itu menyebutkan bagaimana Tantawi(76) menolak kebijakan reformasi tersebut dengan menyebutkan, Tantawi telah menolak baik reformasi ekonomi maupun politik yang ia nilai bakal mengkikis kekuasaan pemerintah pusat. Dia sangat menekankan pada persatuan nasional dan juga menolak kebijakan inisiatif yang di pandangnya sebagai upaya untuk mendorong perpecahan politik atau agama dalam masyarakat Mesir.
Bagian kabel lainnya mengungkapkan bahwa rezim Tantawi dan Mubarak bersama-sama lebih mengutamakan stabilitas dan pemeliharaan status quo hingga akhir masa kekuasaan. Mereka tampak "lemah" dalam pandangan dunia yang dinamis.
Selama kekuasaan itu pula, kekuatan militer negeri itu di beri kekuasaan untuk di laksanakan secara veto kontrak komersial(perusahaan) demi 'keamanan'.
Sementara kabel yang di kirim tanggal september 2008 disebut bahwa militer dan pemilik perusahaan sering di kelola oleh pensiunan Jendral yang sangat aktif dalam bisnis air, minyak zaitun, semen, konstruksi, industri hotel dan bahan bakar untuk kebutuhan AB.
Tidak di beritakan lebih lanjut prediksi-prediksi yang menimpa perusahaan ini di masa depan.
Bagaimana nasib perusahaan-perusahaan kontrak itu? Ataukah semuanya yang muncul ke permukaan akan hilang begitu saja?
BLITZ NEWS: