INTELIJEN
The Ages, Australia
Akhirnya di publikasikan juga, begitulah pendapat saya pribadi. Wikileaks, situs peniup peluit yang membocorkan hampir ratusan kabel rahasia kiriman dari kedubes AS di masing-masing negara ke Washington DC.
Situs wikileaks memang pernah menjanjikan untuk mempublikasikan di balik pemilu Indonesia 2004 beberapa waktu lalu. Dan pagi ini, sebuah harian Australia "The Ages" secara eksklusif menampilkannya di halaman utama. Harian tersebut menampilkannya dengan judul, Yudhoyono 'abused power'. Sampai saat ini situs Wikileaks masih belum menampilkan bocoran kabel diplomatik tersebut.
Lanjutnya kawat diplomatik AS yang bocor tersebut menuduh presiden Indonesia, Yudhoyono korupsi. Selain itu dia juga di sebut menyalah gunakan kekuasaan yang menghancurkan reputasinya sebagai politisi 'bersih' Dan reformasi. Yudhoyono di sebut dalam kawat tersebut bahwa beliau telah mengintervensi hakim Dan jaksa untuk melindungi para politisi yang korupsi Dan serta merta melakukan penekanan politik terhadap para sekutu Dan lawan. Kabel tersebut tercatat di buat pada bulan desember 2004.
Selain itu, Yudhoyono juga di sebut-sebut menggunakan badan jaringan mata-mata Indonesia, BIN untuk memata-matai lawan politiknya. Salah seorang menteri seniornya di sebut-sebut sebagai korbannya. Selain itu, kawat tersebut juga mempublikasikan bagaimana ketika mantan wakil presiden Indonesia, Jussuf Kala menyuap salah satu partai politik terbesar, Golkar dengan jutaan dollar untuk memenangkan kursi dalam partai tersebut. Tidak terkecuali istri Dan keluarganya juga di sebut berusaha memperkaya diri melalui jaringan politis yang di miliki suaminya.
Publikasi tersebut di munculkan harian tersebut bersamaan dengan kunjungan wapres Boediono ke Australia hari ini dalam rangka mendiskusikan perubahan administrative Dan reformasi KPK(Komisi Pemberantasan korupsi) dengan perdana menteri Australia, Wayne Swan.
Kabel yang di publikasikan The Age tersebut lebih lanjut lagi, sesegera setelah Yudhoyono di angkat menjadi presiden RI pada tahun 2004, Yudhoyono segera mengintervensi kasus suami mantan presiden RI yang sebelumnya, Taufik Kiemas. Taufik Kiemas adalah suami mantan presiden wanita RI pertama, Megawati Soekarnoputri. Megawati sendiri adalah anak dari mendiang presiden RI yang pertama yakni Ir. Soekarno.
Taufik sendiri di laporkan menggunakan kekuasaannya utnuk terus mengendalikan partai Demokrat milik istrinya yang juga partai kedua dengan jumlah anggota terbanyak dalam parlemen. Penasihat senior Presiden, TB Silalahi di sebut-sebut sebagai Informan paling bernilai oleh kedubes AS di Indonesia memberitahukan kepada asisten penasihat jaksa, Hendarman Supandji yang menjadi pemimpin baru anti korupsi ternyata telah mengumpulkan cukup bukti untuk menjerat Taufik Kiemas, suami mantan presiden RI sebelumnya.
Namun, TB Silalahi mengatakan kepada kedubes bahwa Hendarman secara pribadi di minta oleh presiden Yudhoyono. Untuk tidak lagi meneruskan maupun mengejar kasus Taufik. Oleh karena permintaan tersebut. Taufik Kiemas terlepas dari kasus jeratan KKN Dan sekarang menjabat sebagai pembicara di DPR.
Salah seorang pejabat senior BIN(Badan Intelijen Negara) menyebutkan bahwa Yudhoyono secara rahasia meminta kepala BIN saat itu, Syamsir Siregar untuk memata-matai Yusril Mahendra, sekretaris negara ketika melakukan perjalanan diam-diam ke Singapura untuk menemui seorang pengusaha Chinese.
Amerika Serikat pada dasarnya telah menaruh curiga ketika Yudhoyono menang telak dalam pemilu tahun 2009. AS menyebutnya sebagai 'keluar dari jalur'.
Pemerintah Indonesia meresponnya sebagai sebuah ungkapan yang ngawur Dan berniat untuk menuntut balik(belum di ketahui apakah wikileaks atau kedubes AS di Jakarta) atas pencemaran nama baik. Namun tampaknya ada beberapa politisi Indonesia tampaknya setuju dengan pembocoran kawat diplomatik ke media tersebut, yakni mantan Wapres RI, Jusuf Kalla.
11/03/11
07/03/11
Cina-Kosta Rika Dan hadiah 10 juta rupiah
Wikileaks: Cerita di Balik Hubungan China-Costa Rica.
wikileaks, Beijing -
Kepala Dokumen dapat di lihat di sini
Kawat bocoran ini tercatat berasal dari kedubes AS di San Jose, Costa Rica mengenai kunjungan presiden Cina, Hu Jin Tao ke negeri tersebut. Hu Jin Tao mendarat di San Jose, Costa Rica pada tanggal 12 Desember 2008.
Dalam kawat bocoran tersebut di tulis laporan bapak Cianchette bahwa presiden Cina, Hu Jin Tao berkunjung selama 2 hari ke San Jose yakni tanggal 16 dan 17 November 2008. Presiden Hu menjadikan kunjungannya ke Kosta Rika sebagai tonggak kerjasama bilateral baru kedua negara dan kawasan Amerika Latin di masa depan. Kedatangannya ke Kosta Rika selain di sambut oleh presiden berkuasa saat itu, Arias juga di jadikan hari libur nasional, di mana kantor pemerintahan dan pegawai negeri sipil di liburkan. Oleh penduduk negara tujuan, Dia(Hu) ibarat seorang Santa Klaus dengan para kurcacinya karena membawa begitu banyak 'oleh-oleh'. Sesuatu yang hanya sebuah banyolan oleh presiden Arias yang nantinya akan di jelaskan belakang. Oleh-oleh yang di maksud antara lain bola sepak dan sepeda 2 roda dalam jumlah besar.
Tuan Chiancette, kedatangannya di sambut bagaikan seorang bintang rock yang akan mangung. Presiden Hu sendiri tiba dengan 184 orang delegasi dari Cina(yang separuhnya adalah pengusaha) membawa visi dan misi dari negeri tirai bambu.
Selama kunjungan 2 hari tersebut, Presiden Hu menyetujui talangan dana senilai USD 10 juta untuk memodernisasi sebuah stadium lapangan sepak bola baru , pembaharuan dan pembangunan fasilitas penyulingan minyak bumi, dana pinjaman dari bank sentral Cina ke Costa Rica senilai USD 80 juta yang bisa di tarik kapanpun, pembangunan sebuah 'Institut Confusion' untuk memperkenalkan budaya dan bahasa Cina melalui universitas negeri Kosta Rika; sumbangan dana dalam bentuk pengadaan barang-barang olahraga untuk membantu prestasi olah raga muda-mudi negeri tersebut.
Alejandro Solano, Deputi Direktur Urusan Luar Negeri MFA menyebutkan bahwa Cina tampaknya ingin menyampaikan pesan dan kesan kepada negara-negara lain di Amerika Latin bahwa berbisnis dengan negeri tirai bambu dapat 'sangat' menguntungkan.
Dalam laporan ke Washington DC, di sebutkan bahwa Cina pada awalnya ingin memberikan Nikaragua dalam daftar pertama kerjasama perdagangan bebas ini, namun di kesampingkan setelah mengetahui bahwa Nikaragua terlalu menggantungkan diri kepada Taiwan. Hubungan yang tidak menentu dengan Taiwan juga menjadi penyebab keputusan penundaan.
Selain itu, tampaknya pemerintah Nikaragua kurang respek atau tidak dapat membedakan dari mana bantuan- bantuan di berikan dari Taiwan atau Cina.
Pemerintah Costa Rica mengharapkan dengan di tandatangani pakta kerjasama perdagangan bebas ini, maka beberapa jenis penghasilan alam yang di ekspor ke Cina seperti pisang, kopi dan daging sapi dapat bebas biaya masuk. Total jatah yang di minta oleh Costa Rica adalah total 21% dari hasil bumi yang akan di masukkan ke pasar Cina. Dalam Dokumen ini tidak di jelaskan secara terperinci apakah permintaan pemerintah Kosta Rika di realisasikan ataukah tidak dengan porsi yang di minta oleh pemerintah Cina karena ini akan berakibat pada hasil bumi di Cina bisa terpukul.
Kunci Sukses
Seorang reporter Cina dari saluran TV 42 melontarkan sebuah pertanyaan umum namun sudah menjadi santapan masyarakat dunia yakni isu HAM ketika Hu dan Arias dalam konfrensi pers. Presiden Arias hanya mengatakan bahwa dia menggunakan kesempatan baik ini mengenai hal yang penting bagi Costa Rica. Topik hak asasi manusia dapat di bahas pada lain kesempatan dan pertemuan dengan PBB.
Pertanyaan itu di lontarkan sehubung dengan informasi dari Solano pada briefingtanggal 20 November tahun 2008 bahwa Cina ingin memasukkan Tibet dalam agenda pertemuan singkat tersebut, namun di tolak oleh pemerintah Kosta Rika karena presiden Arias mempunyai hubungan dekat dengan Dalai Lama.
Presiden Arias sendiri juga di minta oleh pemerintah Cina untuk menjadi penengah dalam hubungan hak asasi antara Tibet dengan Cina pun di tolak untuk tahun tersebut. Arias sendiri menyatakan akan membantu konsultasi politik bilateral seperti yang di harapkan oleh pemerintah Cina pada tahun 2009. Solano seperti dalam dokumen tersebut menyatakan ada kemungkinan Tibet akan di beri pemerintahan administratif A-la HongKong.
Dokumen rangkumen pembicaraan dubes AS di Kosta Rika dalam bahasa Inggris dapat di baca di sini.(nb: link ini akan membawamu ke situs wikileaks selama masih belum di blokir)
(sumber: Wikileaks)
Baca juga update berita pendek dalam bahasa Indonesia ataupun Inggris di sini
Hadiahi 10 Juta, Darimana Uangnya
Beberapa waktu lalu muncul berita berantai yang saya terima dari teman ataupun grup di BBM bahwa mulai sekarang di usahakan sebisa mungkin jika ada lakukan pelanggaran lalu lintas dan tertangkap polisi, jangan sekali-kali menyuap. Kita di minta untuk meminta surat tilang. Jika kita ketahuan menyuap, selain di tahan maka polisi yang menilang akan mendapatkan imbalan 10 juta rupiah.
Sepintas surat berantai ini kelihatan meyakinkan karena pada kepala surat berantai itu tertulis dari pesan Kapolri Jendral, Timur Pradopo. Cukup membuat panik dan was-was sebagian pengguna jalan di Jakarta.
Surat berantai itu muncul sekitar tanggal 27 Februari dan pada tanggal 28 Februari dari salah satu koran elektronik ternama di Jakarta memunculkan pernyataan penyangkalan berita berantai tersebut dari Direktur Lalin Polda Metro Jaya Kombes, Royke Lumowa sebagai sebuah kabar burung dan tidak benar.
Menurutnya, jika seorang polisi berhasil menjebak pelanggar lalu lintas untuk menyuap, maka polisi tersebut di hadiahi 10 juta. Ia membuat pertanyaan logika, 'duitnya dari mana?'. Karena menurutnya, polri tidak di beri anggaran untuk polisi karena telah berhasil menangkap penyuap.
Jika setiap hari ada puluhan kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran, Bisa-bisa Polri bangkrut karena harus menghadiahkan masing-masing polisi yang berhasil menjebak 'korban-nya' dong.
BLITZ NEWS:
wikileaks, Beijing -
Kepala Dokumen dapat di lihat di sini
Kawat bocoran ini tercatat berasal dari kedubes AS di San Jose, Costa Rica mengenai kunjungan presiden Cina, Hu Jin Tao ke negeri tersebut. Hu Jin Tao mendarat di San Jose, Costa Rica pada tanggal 12 Desember 2008.
Dalam kawat bocoran tersebut di tulis laporan bapak Cianchette bahwa presiden Cina, Hu Jin Tao berkunjung selama 2 hari ke San Jose yakni tanggal 16 dan 17 November 2008. Presiden Hu menjadikan kunjungannya ke Kosta Rika sebagai tonggak kerjasama bilateral baru kedua negara dan kawasan Amerika Latin di masa depan. Kedatangannya ke Kosta Rika selain di sambut oleh presiden berkuasa saat itu, Arias juga di jadikan hari libur nasional, di mana kantor pemerintahan dan pegawai negeri sipil di liburkan. Oleh penduduk negara tujuan, Dia(Hu) ibarat seorang Santa Klaus dengan para kurcacinya karena membawa begitu banyak 'oleh-oleh'. Sesuatu yang hanya sebuah banyolan oleh presiden Arias yang nantinya akan di jelaskan belakang. Oleh-oleh yang di maksud antara lain bola sepak dan sepeda 2 roda dalam jumlah besar.
Tuan Chiancette, kedatangannya di sambut bagaikan seorang bintang rock yang akan mangung. Presiden Hu sendiri tiba dengan 184 orang delegasi dari Cina(yang separuhnya adalah pengusaha) membawa visi dan misi dari negeri tirai bambu.
Selama kunjungan 2 hari tersebut, Presiden Hu menyetujui talangan dana senilai USD 10 juta untuk memodernisasi sebuah stadium lapangan sepak bola baru , pembaharuan dan pembangunan fasilitas penyulingan minyak bumi, dana pinjaman dari bank sentral Cina ke Costa Rica senilai USD 80 juta yang bisa di tarik kapanpun, pembangunan sebuah 'Institut Confusion' untuk memperkenalkan budaya dan bahasa Cina melalui universitas negeri Kosta Rika; sumbangan dana dalam bentuk pengadaan barang-barang olahraga untuk membantu prestasi olah raga muda-mudi negeri tersebut.
Alejandro Solano, Deputi Direktur Urusan Luar Negeri MFA menyebutkan bahwa Cina tampaknya ingin menyampaikan pesan dan kesan kepada negara-negara lain di Amerika Latin bahwa berbisnis dengan negeri tirai bambu dapat 'sangat' menguntungkan.
Dalam laporan ke Washington DC, di sebutkan bahwa Cina pada awalnya ingin memberikan Nikaragua dalam daftar pertama kerjasama perdagangan bebas ini, namun di kesampingkan setelah mengetahui bahwa Nikaragua terlalu menggantungkan diri kepada Taiwan. Hubungan yang tidak menentu dengan Taiwan juga menjadi penyebab keputusan penundaan.
Selain itu, tampaknya pemerintah Nikaragua kurang respek atau tidak dapat membedakan dari mana bantuan- bantuan di berikan dari Taiwan atau Cina.
Pemerintah Costa Rica mengharapkan dengan di tandatangani pakta kerjasama perdagangan bebas ini, maka beberapa jenis penghasilan alam yang di ekspor ke Cina seperti pisang, kopi dan daging sapi dapat bebas biaya masuk. Total jatah yang di minta oleh Costa Rica adalah total 21% dari hasil bumi yang akan di masukkan ke pasar Cina. Dalam Dokumen ini tidak di jelaskan secara terperinci apakah permintaan pemerintah Kosta Rika di realisasikan ataukah tidak dengan porsi yang di minta oleh pemerintah Cina karena ini akan berakibat pada hasil bumi di Cina bisa terpukul.
Kunci Sukses
Seorang reporter Cina dari saluran TV 42 melontarkan sebuah pertanyaan umum namun sudah menjadi santapan masyarakat dunia yakni isu HAM ketika Hu dan Arias dalam konfrensi pers. Presiden Arias hanya mengatakan bahwa dia menggunakan kesempatan baik ini mengenai hal yang penting bagi Costa Rica. Topik hak asasi manusia dapat di bahas pada lain kesempatan dan pertemuan dengan PBB.
Pertanyaan itu di lontarkan sehubung dengan informasi dari Solano pada briefingtanggal 20 November tahun 2008 bahwa Cina ingin memasukkan Tibet dalam agenda pertemuan singkat tersebut, namun di tolak oleh pemerintah Kosta Rika karena presiden Arias mempunyai hubungan dekat dengan Dalai Lama.
Presiden Arias sendiri juga di minta oleh pemerintah Cina untuk menjadi penengah dalam hubungan hak asasi antara Tibet dengan Cina pun di tolak untuk tahun tersebut. Arias sendiri menyatakan akan membantu konsultasi politik bilateral seperti yang di harapkan oleh pemerintah Cina pada tahun 2009. Solano seperti dalam dokumen tersebut menyatakan ada kemungkinan Tibet akan di beri pemerintahan administratif A-la HongKong.
Dokumen rangkumen pembicaraan dubes AS di Kosta Rika dalam bahasa Inggris dapat di baca di sini.(nb: link ini akan membawamu ke situs wikileaks selama masih belum di blokir)
(sumber: Wikileaks)
Baca juga update berita pendek dalam bahasa Indonesia ataupun Inggris di sini
Hadiahi 10 Juta, Darimana Uangnya
Beberapa waktu lalu muncul berita berantai yang saya terima dari teman ataupun grup di BBM bahwa mulai sekarang di usahakan sebisa mungkin jika ada lakukan pelanggaran lalu lintas dan tertangkap polisi, jangan sekali-kali menyuap. Kita di minta untuk meminta surat tilang. Jika kita ketahuan menyuap, selain di tahan maka polisi yang menilang akan mendapatkan imbalan 10 juta rupiah.
Sepintas surat berantai ini kelihatan meyakinkan karena pada kepala surat berantai itu tertulis dari pesan Kapolri Jendral, Timur Pradopo. Cukup membuat panik dan was-was sebagian pengguna jalan di Jakarta.
Surat berantai itu muncul sekitar tanggal 27 Februari dan pada tanggal 28 Februari dari salah satu koran elektronik ternama di Jakarta memunculkan pernyataan penyangkalan berita berantai tersebut dari Direktur Lalin Polda Metro Jaya Kombes, Royke Lumowa sebagai sebuah kabar burung dan tidak benar.
Menurutnya, jika seorang polisi berhasil menjebak pelanggar lalu lintas untuk menyuap, maka polisi tersebut di hadiahi 10 juta. Ia membuat pertanyaan logika, 'duitnya dari mana?'. Karena menurutnya, polri tidak di beri anggaran untuk polisi karena telah berhasil menangkap penyuap.
Jika setiap hari ada puluhan kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran, Bisa-bisa Polri bangkrut karena harus menghadiahkan masing-masing polisi yang berhasil menjebak 'korban-nya' dong.
BLITZ NEWS:
Langganan:
Komentar (Atom)