Wikileaks mendunia, siapa yang tidak tahu. Hampir di setiap sudut kolom edisi cetak maupun elektronik. Namun nama Jullian Assange belum tentu semua orang kenal. Beliau adalah pendiri sekaligus pemilik situs wikileak yang menjadi terkenal karena membocorkan dokumen rahasia milik pemerintah AS di seluruh dunia.
Beliau pun di cari-cari oleh interpol dan agen untuk di adili dengan alasan melakukan tindakan mata-mata dan memberbahayakan operasi anti terrorisme di seluruh dunia.
Sebuah tuduhan serius membuatnya keluar dari persembunyiaannya. Pengadilan Swedia ingin mengadili dengan tuduhan memperkosa 2 wanita sukarelawan wikileaks(baca rangkuman cerita versi bahasa inggris di http://www.bukisa.com/articles/425166_charged-for-sexual-abuse). Julian akhirnya di ketahui bersembunyi di Inggris. Pengadilan menginginkan agar Julian di ekstradisi ke Swedia untuk di adili. Melalui pengacaranya, ia menyatakan menolak di ekstradisi karena khawatir akan keselamatannya. Ia memilih untuk di tahan/di penjara di Inggris.
Di kabulkan, ia tidak jadi di ekstradisi ke Swedia namun di penjara di Inggris. Ia mengaku bahwa ada yang berusaha menjebaknya. Dia menyebutkan bahwa kedua wanita tersebut melakukan hubungan seksual tersebut secara sukarela bukan di karenakan paksaan(hal itu tertulis dalam rangkuman di sini http://www.bukisa.com/articles/425166_charged-for-sexual-abuse).
Selama pencarian keberadaan pria berumur 39 tahun ini, keluarganya yang menetap di Australia juga tidak luput dari aparat kepolisian. Mereka mengaku tidak tahu keberadaannya sudah sejak lama. Ibunya dan saudara perempuannya baru mengetahuinya bahwa dia menjadi buronan dari berita cetak maupun elektronik.
Sesegera setelah ia keluar dari penjara, ia pun segera menghabiskan jutaan dollar untuk membuat buku biografi untuk meluruskan cerita kehidupannya yang simpang siur setelah situs peniup peluit itu meluncur ke permukaan dan cukup heboh.
Penerbitnya Knopf dari AS pun di kecam oleh kongres AS. Walaupun buku tersebut di cetak, siapapun yang membelinya akan di anggap melanggar hukum(dalam artian singkat, buku tersebut di larang). Sebagai negara liberalis, hal ini menjadi pertentangan dengan azas kebebasan yang di anut oleh Amerika Serikat. Bahkan para simpatisan wikileaks menyebutnya dalam media elektronik sebagai sebuah usaha pemerintah AS dalam menargetkan masyarakat dan perusahaan sipil yang memiliki buku, berkontribusi dan mendukung wikileak sebagai kolaborator terroris.
Dalam penjelasan lanjutnya di sebutkan mungkin tidak semua pendukung maupun konsumen wikileaks akan di 'eksekusi' ketika bertransaksi(baca artikel bahasa Inggris selengkapnya di sini).
Kevin Mitnick Modern
Mungkin tidak ada banyak pembaca yang mengenalnya. Namun bagi para peretas komputer, dia merupakan legendaris dari era tahun 80 an. Dia adalah peretas yang berhasil menembus prototipe jaringan sistem pengatur lalu lintas yang di inginkan oleh pemerintah AS. Kevin pun di buru mulai dari FBI sampai dengan CIA. Setelah berbulan-bulan perburuan, akhirnya ia tertangkap. Ketika di interogasi, ia hanya mengatakan hanya ingin mengatakan seberapa rentannya jaringan sistem baru ini di retas yang berpotensi di ambil kendali oleh orang-orang tidak bertanggung jawab di masa depan. Sebelum tertangkap, kevin tampaknya berhasil memecahkan program sistem dalam ukuran kecil dan terpisah sebelum ia kirimkan ke jaringan subnet. Untuk hal ini ia di penjara selama kurang lebìh 5 tahun dan setelah keluar dari penjara, ia bekerja sebagai konsultan keamanan komputer cyber yang di namakan security consulting, AS.
Apakah Julian Assange mirip dengan kasusnya? Mungkin berbeda, tapi mereka mempunyai satu kesamaan yaitu membuktikan seberapa rentannya jaringan sistem komputer di kedubes AS di seluruh dunia, administrasi yang lemah dan hasratnya dalam berbagi.
Jaringan Komputer Mana Yang Paling Sulit Di Tembus.
Mengenai hal ini Jullian Assange mengakui jaringan komputer Cina yang paling sulit di tembus. Dia menyebutkan sensor yang di terapkan Cina adalah sangat ketat dalam hal teknologi. Bahkan dia menyebutkannya jauh lebih ketat di bandingkan dengan negara adidaya, AS itu sendiri. Namun sekarang, ia menyebutkan ratusan hingga puluhan situs cermin acaknya mampu menggapai konsumennya di Cina. Hal tersebut di akuinya sendiri dalam wawancara dengan majalah New Statemen yang terbit tanggal 13/01.
(sumber: dari berbagai media)
ADV:
Sent from BlackBerry® on 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan di beri komentarnya