wikileaks, Jakarta -
Bocorannya kali ini mengenai kabel dari Kedubes AS di Jakarta, Indonesia memang tidak memberikan dampak yang luas dan signifikan dari segi geopolitik, ekonomi maupun sosial.
Namun bocorannya kali ini, kami nilai lebih kepada sebuah pengetahuan saja namun juga memiliki nilai strategis tertentu sebelum dan sesudah kunjungan Obama. Dan sisa tujuan kunjungan presiden Barrack Obama ke Indonesia pun merupakan rahasia umum.
Wikileaks dalam situsnya menandakan dokumen tersebut di buat pada tanggal 12 Februari 2010 yang di publikasikan 19 Januari 2011.
Dalam dokumen tersebut di sebutkan kedubes AS di Jakarta meminta dana sekitar US$ 100,000 ke Washington menjelang kunjungan Obama ke Jakarta bulan Maret tahun lalu. Tujuannya pun sedikit aneh yakni mendongkrak anggota Fans Page milik pemerintah AS di Facebook hingga mencapai 1 juta anggota. Fans page yang di maksud adalah halaman yang di buat oleh pemerintah AS untuk propaganda kepentingan AS di seluruh dunia.
Pada saat berita kawat itu di kirim, halaman itu hampir memiliki 50,000 pengikut. Hal tersebut belum termasuk jumlah pengikut di media sosial Twitter, layanan video gratis You Tube dan para pemilik blog lokal dalam mengkampanyekan pesan dan informasi dari 'pemerintah Amerika
Serikat'.
POTUS begitu kode panggilan untuk presiden Amerika Serikat sejak perang dingin. Kedubes AS kembali menjanjikan bahwa mereka dapat menaikan jumlah anggota 'fans page' facebook hingga mencapai 1 juta dalam waktu 30 hari sejak dana tersebut di cairkan.
Dalam kabel diplomatik tersebut Kedubes AS di Jakarta meyakinkan Washington bahwa Indonesia merupakan lingkungan dengan pengguna media sosial terbesar ketujuh dunia menjadikannya sebagai sebuah potensi besar untuk kampanye ini.
Indonesia merupakan komunitas pengguna internet baru dengan rata-rata pengakses internet sebesar 10 persen dari 25 juta penduduk. Dan setengahnya mengakses dan memiliki akun di facebook maupun twitter.
Kampanye tersebut menargetkan anak muda dan penduduk pinggiran yang tidak terjamah oleh media tradisional sebagai sumber informasi. Terlebih-lebih lagi masyarakat Indonesia memiliki koneksi khusus langsung kepada presiden ke 44 Indonesia,SBY melalui jaringan sosial media menjadikan kunjungan ke media sosial merupakan sesuatu yang 'familiar'. Dubes juga mengatakan bahwa halaman milik pemerintah AS di halaman facebook meningkat sebanyak 1,000 anggota dalam waktu 2 minggu dan setelah itu setiap media akan terus memberitakan kunjungan POTUS sejak pengumuman.
Dubes AS mengharapkan pemberitaan di media yang berkepanjangan, maka AS di harapkan dapat membangun hubungan solid dan kontinyu dengan Indonesia di masa mendatang untuk tujuan dan kepentingan AS sendiri.
Dalam kabel tersebut Kedubes AS di Jakarta bahkan mem break down secara terperinci dana US$100,000 tersebut.
Berikut adalah rincian singkatnya:
*. Iklan langsung melalui Facebook dimana kedubes AS di Jakarta menghabiskan biaya iklan kurang dari US$ 25 per hari untuk menjaring 300 hingga 400 anggota baru. Dana tersebut akan di gunakan untuk mempromosikan kunjungan POTUS dan menjadikan fan page menjadi bahan utama pada iklan di portal Indonesia, iklan banner, youtube, Twitter dan lainnya.
Untuk menarik minat masyarakat peselancar internet Indonesia bahkan dubes AS berencana memberikan hadiah-hadiah tertentu.
Penyebaran informasi dan pesan pun di rencanakan melalui SMS dengan pertimbangan potensi ada lebih dari 100 juta pengguna telepon seluler di Indonesia.
Agar sasaran informasi dan pesan sampai ke masyarakat, Kedubes AS akan bekerjasama dengan operator-operator lokal yang besar. Pihak kedubes juga akan mendorong masyarakat untuk mendaftar lalui SMS dan mendapatkan informasi secara real time.
Untuk implementasi kunjungan dengan cara ini, biaya yang di keluarkan US$ 60,000
*. Strategi lain yang di ajukan oleh kedubes AS ke Washington adalah mempromosikan 'tiket emas' melalui Facebook. 1 orang pemenang tiket ini akan dapat bertemu langsung dengan Presiden Barrack Obama dalam kunjungannya. Untuk yang ini, kedubes meminta restu dari gedung putih.
Caranya para peserta yang ingin ikut berpartisipasi untuk dapat bertemu Obama adalah dengan tulis dan mengirim alasan yang menarik tujuan mereka mendalam yang ingin bertemu dengannya.
Kedubes juga berencana untuk bekerjasama dengan stasiun televisi lokal untuk menampilkan pemenangnya kepada khalayak luas. Pihak keamanan juga akan memastikan keamanan dalam pertemuan tersebut.
Jika Gedung Putih merasa keberatan, maka di usulkan alternatif 'kompensasi' kunjungan kepada pemenang berupa perjalan studi ke Amerika Serikat.
Kedubes AS di Jakarta memperkirakan kampanye ini menghabiskan dana senilai US$ 15,000.
*. Jika usulan terakhir di atas di tolak, kedubes AS mengusulkan untuk kerjasama dengan agen tim pemasaran lokal digital(di perkirakan media elektronik) untuk melakukan kampanye kunjungan dalam waktu yang relatif singkat(pada akhirnya kunjungan POTUS ke Indonesia hingga mendekati bulan September mundur dari rencana semula bulan Juni).
Kedubes AS memperkirakan satu tim akan terdiri dari 4 orang yakni: 1 kepala dan 3 karyawan yang bekerja secara paruh waktu. Untuk hal ini, kedubes memperkirakan biaya yang harus di keluarkan untuk kampanye ini yaitu: US$ 25,000.
Namun Wikileaks dalam hal ini tidak menampilkan bocoran kabel diplomatik balasan dari Washington atau Gedung Putih. Apakah Gedung Putih menyetujui atau menolak usulan Kedubes AS dari Jakarta?
(Sumber: situs wikileaks)
BLITZ NEWS:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan di beri komentarnya